Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Usulan tersebut muncul dalam pertemuan bersama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, di ruang rapat bupati, Senin (17/7/2017).

Ketua Tim Peneliti Situs Plawangan Profesor Bagyo Prasetyo menyatakan, situs Plawangan menurut hasil temuan tim peneliti layak disebut situs berlevel Internasional. Sejak 2000 tahun silam, di Plawangan sudah ada interaksi atau ditemukan benda-benda yang berasal dari luar Plawangan.

“Plawangan ini merupakan bagian dari jalur maritim, hal itu bisa dilihat dari penemuan – penemuan di sana. Seperti nekara ini, Indonesia kan tidak punya, itu barang perdagangan dari daerah Dongson Vietnam,” tuturnya.

Jalur maritim dulu merupakan jalur perdagangan dari negeri Cina dan India. Orang- orang India dan Cina  ke Plawangan diduga untuk menukaran barang-barang kerajinannya dengan rempah- rempah. Hal ini terbukti ditemukannya manik- manik produksi India dan pasifik dan benda emas dan nekara perunggu termasuk ditemukannya keramik dari negeri Cina.

Rumah Peradaban, nantinya juga dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran tentang sejarah kepada anak- anak atau masyarakat. Salah satu poin plus di situs Plawangan, Pusat Penilitian Arkeologi Nasional memiliki gedung dan lahan luas yang bisa dikembangkan lagi.

“Luas tanahnya sekitar 1, 5 hektare dan ada tiga gedung yang memungkinkan untuk tempat display. Rencananya, pusat akan digunakan ruang pembelajaran terkait kebudayaan yang ada di Plawangan dan tempat literasi,” ungkapnya.Sementara itu di gedung tersebut hanya terpampang gambar- gambar situs penemuan di Desa Plawangan. Namun, ke depan benda- benda asli dari penemuan akan diletakkan di sana. Selain itu, di lahan 1,5 hektare itu akan dibuat semacam panggung terbuka untuk dimanfaatkan berbagai aktifitas kebudayan.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyambut baik atas upaya yang dilakukan oleh Pusat Penilitian Arkeologi Nasional dalam penanganan situs Plawangan. Pemkab dalam hal ini juga berkomitmen untuk mendukung dan bersama- sama berupaya untuk pengembangan situs bersejarah tersebut.“Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk langkah selanjutnya. Yang jelas kami ingin dalam waktu dekat ini bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap situs Plawangan,” ujarnya.Tahun ini, pemkab melalui Dinbudpar diagendakan akan melaksanakan program semacam kunjungan sejarah ke Situs Plawangan mulai dari pelajar SMA sederajat sampai nantinya kepada anak yang belajar di tingkat pendidikan PAUD untuk menumbuhkan rasa bangga atas situs tersebut.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler