Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pengarahan dalam kegiatan seminar penyuluh di lantai 4 Kantor Bupati Rembang kemarin. Dalam kesempatan itu, bupati meminta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan memberikan tugas PPL untuk membuat data masing-masing wilayah kerjanya.

Dirinya yakin, dengan adanya data base yang valid, maka pengembangan pertanian di Rembang akan semakin baik. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemkab tentu akan lebih tepat sasaran.

”Saya kira satu PPL mengampu dua sampai tiga desa itu tidak berat. Risiko- risiko apa yang ada di wilayah kerjanya harus tahu. Saya kira itu bisa dilakukan, karena PPL memiliki pengetahuan di sana,” ujarnya.

Pemkab Rembang di masa kepemimpinan Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto telah memprioritaskan di sektor pertanian sebagai salah satu unggulan dalam visi misinya. Memaksimalkan potensi pertanian akan membantu terwujudnya kesejahteraan petani dan mengurangi angka kemiskinan di Rembang.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Suratmin menyebut, tujuan digelarnya seminar, untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh di Rembang yang berjumlah 136, yang terdiri atas THL 82 dan ASN 54 . Pasalnya, saat ini penyuluh dituntut untuk menguasai semuanya, baik potensi maupun permasalahan yang ada di wilayah kerjanya.“Tuntutan penyuluh saat ini seperti yang dikatakan Pak Bupati, harus bisa mencari solusi dari permasalahan yang ada. Mungkin di sana irigasinya kurang , nah nanti kita cari bagaimana pemecahan permasalahannya. Mungkin dengan swadaya, atau dengan desa atau diusulkan dengan kabupaten atau mungkin juga lewat APBN. Penyuluh harus tahu permasalahan di masing- masing wilayahnya,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler