Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menghadiri halal bihalal PGRI Kecamatan Sulang di Gedung Serba Guna komplek Kecamatan Sulang, Kamis (20/7/2017).

Berdasarkan data, jumlah guru di Kabupaten Rembang saat ini berlebih. Untuk belanja guru saja hampir Rp 500 miliar dari APBD sebesar Rp 1,6 triliun, belum sertifikasinya Rp 180 miliar lebih.

Bupati telah menetapkan untuk K2 mendapatkan honor Rp 1, 3 juta. Angka tersebut meningkat cukup  signifikan dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.

“Sementara ini yang sudah kami tetapkan untuk 2018 mulai 1 januari GTT dari PAUD dan TK minimal Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu. Sedangkan yang GTT SD dan SMP mulai Rp 600 ribu sampai Rp 900 ribu, tergantung masa kerjanya,” tuturnya.
Besaran honor atau gaji GTT tersebut dirasa masih belum memadai. Untuk itu diharapkan ada dukungan dari sumber dana lain, seperti BOS dan guru yang sudah sertifikasi.Ke depan harapannya sampai Rp 1,4 juta sesuai Upah Minimal Kabupaten (UMK).Menurutnya, total dana yang dibutuhkan untuk peningkatan guru GTT tahun 2018 sebanyak Rp 25,6 miliar lebih, meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 4 sampai 5 miliar. Ia memohon doa masyarakat agar upaya pemkab dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dilancarkan, karena dengan demikian juga bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan GTT.Peningkatan kesejahteraan guru GTT tersebut bisa mendukung upaya pemkab untuk mengatasi kekurangan jumlah guru berdasarkan hitungan rombongan belajar (rombel). Yakni memberdayakan GTT yang ada di kabupaten Rembang, dibanding harus dengan cara regrouping sekolah.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News