Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Organisasi Perangkat Daerah (Organda) Kabupaten Jepara, Iqbal Tosin mengatakan, para pengusaha bus bersiap menghadapi lonjakan penumpang pada ramadan dan lebaran.

Menghadapi itu, pihaknya bakal menggandeng pihak kepolisian dan stake holder lainnya. Kondisi kelayakan bus-bus juga sudah dicek.

Terkait dengan kenaikan tuslah, Organda akan segera merapatkannya. Tuslah adalah tambahan pembayaran yang diberlakukan pada masa tertentu, seperti waktu ramai kunjungan.

’’Perihal tiket untuk tuslah mungkin minggu ini kami putuskan,’’ terang Iqbal saat ditemui Murianews di Pendapa RA Kartini Jepara, Sabtu (11/3/2023).

Baca: Siap-Siap Beraksi Bareng Kotak dan Last Child di Jepara

Para pengusaha menilai kenaikan tarif tiket bus itu hal wajar. Di samping itu, pengusaha juga memperhitungkan biaya tambahan pembelian solar setelah mengalami kenaikan harga. Kondisi itu mengakibatkan biaya operasional turut meningkat.
Biasanya, lanjut Iqbal, kenaikan tuslah mencapai dua kali lipat dari tarif normal. Selain itu, ada pula biaya-biaya tambahan yang menjadi dasar perhitungan.Iqbal yang juga salah satu pengusaha bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengaku kelimpungan dengan kebijakan pembatasan pembelian solar. Dalam sehari, per unit angkutan umum itu hanya boleh membeli solar bersubsidi maksimal 200 liter.Iqbal menyebut, rata-rata bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Jepara membutuhkan solar sekitar 500 liter untuk perjalanan pergi-pulang. Ia pun menilai kebijakan itu tidak masuk akal.’’Itu tiap hari kami kaya berantem terus kerjaannya. Kalau dipikir secara normalnya, wong kita public service, BBM kok dibatasi,’’ kata Iqbal. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler