Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko mengatakan, ada 60 desa di lima kecamatan yang jadi lokasi program itu. Itu diungkapkan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jepara di Pendapa Kartini, Selasa (14/3/2023).
’’Kita keroyok bersama-sama. Teman-teman DPRD bisa ikut mengeroyok. Tunjukkan ke masyarakat partisipasi penanganan stunting agar terpilih lagi,’’ kata Edy.
Menurut Edy Sujatmiko, desa-desa yang prevalensi stuntingnya rendah perlu dikeroyok oleh semua organisasi perangkat daerah, DPRD, forkopimda, dan semua stake holder agar sekalian menjadi nol kasus.
Baca: Kasus Stunting di Karimunjawa Terendah Se-Jepara
’’Tapi yang lain tidak kami lepas. Kami tangani dengan program reguler yang sedang berjalan. Saat ini prevalensi stunting Jepara telah berada di bawah target nasional dan provinsi. Tapi ada target sendiri yang harus lebih rendah dari target nasional 14 persen pada 2024 mendatang,’’ tambahnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



