Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelumnya, Rabu (15/3/2023) lalu Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta memutuskan segera menutup seluruh tambak udang di Karimunjawa. Namun, keputusannya masih longgar dengan memberikan waktu sekali panen bagi petambak.

Rupanya, tiga hari setelah keputusan itu, ada sebuah kapal mendarat di Pelabuhan Legon Bajak, Desa Kemujan, Sabtu (18/3/2023). Kapal itu membawa benih udang dengan skala besar.

’’Setelah kami telusuri, kapal itu (diduga, red) dari Rembang,’’ kata Bambang Zakaria, salah satu warga Desa Kemujan yang menolak keras keberadaan tambak udang, Senin (20/3/2023).

Baca: Produksi Tambak Udang di Karimunjawa Jepara Ternyata Diekspor

Kapal itu tiba bersamaan dengan Kapal Pelni yang berlabuh pagi hari. Secara terang-terangan, kapal itu bongkar udang hasil panen dan benih yang akan disebar.

’’Dia terbuka di depan umum. Bukan diam-diam. Saya lihat sendiri waktu di atas kapal Pelni,’’ kata Bang Jack, sapaan akrab pria itu.

Bang Jack mengungkapkan, kapal itu milik salah satu petambak udang dari Kabupaten Rembang. Kapal tersebut diketahui warga biasa mengirim benih dan panen udang.

Dia tak tahu pasti berapa banyak benih yang didatangkan. Dia hanya melihat benih diangkut sejumlah truk dan mobil bak terbuka.
Petambak itu, kata Bang Jack, disinyalir memiliki tambak di banyak lokasi. Antara lain di Nyamplungan, Gonipah, Kemujan, Legon Pinggir. Bahkan di Legon Pinggir diduga ada sekitar 39 petak tambak.Bang Jack sangat kecewa dengan situasi saat ini. Pasalnya, situasinya berbanding terbalik dengan keputusan yang disampaikan Pj Bupati Jepara.Baca: Tambak Udang Karimunjawa Jepara Tak Bisa Ditindak Cepat, Ini KendalanyaDengan datangnya benih itu, lanjut dia, dipastikan keberadaan tambak udang akan lebih lama dan penutupannya semakin tak jelas.Apalagi jika merunut keputusan batas kelonggaran sampai sekali panen. Artinya, akan butuh waktu 3-4 bulan lagi untuk panen bagi benih baru itu.’’Kami pertanyakan komitmen Pemkab Jepara yang sudah mengambil keputusan itu. Jangan ada drama-drama lagi,’’ tandas Bang Jack. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler