Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua tim terpadu penyelesaian tambak udang Karimunjawa, Edy Sujatmiko menyampaikan, semestinya tim yang dipimpinnya berangkat ke Karimunjawa pada awal pekan ini.

Rencananya, tim menyisir tambak-tambak yang tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akan ditutup. Namun, rencana itu batal karena ada sebagian masyarakat menolak kedatangan tim.

Baca: Rencana Penutupan Tambak Udang di Karimunjawa Jepara Diminta Dikaji Ulang

’’Ternyata ada gerakan (penolakan kedatangan tim, red) dari masyarakat sana. Untuk menghindari benturan fisik, sementara kami pending,’’ kata Edy saat ditemui Murianews, di kompleks Setda Jepara, Jumat (24/3/2023).

Edy menyebut ada sekitar 600 warga yang akan menghadang. Mereka mengaku sebagai pekerja tambak yang terancam hilang mata pencahariannya jika tambak ditutup.

Terkait itu, Edy menyangsikan apakah mereka benar-benar warga Karimunjawa atau tidak. Pihaknya menilai tak semua pekerja tambak merupakan warga lokal Karimunjawa.
Baca: Mau Ditutup, Petambak Udang di Karimunjawa Jepara Malah Kulakan Benih’’Itu yang bekerja itu masyarakat mana. Jangan sampai yang bekerja satu dua orang mengatakan itu masyarakat Karimunjawa. Tapi kami harus mendengar seluruh masyarakat di sana,’’ tegas Edy.Untuk itu, Edy bakal melihat latar belakang masyarakat yang mengaku menolak tambak tersebut.Diketahui, saat ini masyarakat Karimunjawa menjadi dua kubu menyikapi keberadaan tambak udang. Satu pihak tegas mendesak tambak ditutup. Pihak lainnya meminta tambak tetap ada. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler