Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Wachid menyampaikan, agar lebih mudah direalisasikan, wakil rakyat asal Jepara ini mendorong calon jemaah haji di Kota Ukir segera melakukan pelunasan pembayaran biaya haji tahun ini.

Menurutnya, tahun ini pemerintah Indonesia bakal mendapat tambahan kuota sebanyak 8000 jemaah. Komisi VIII yang salah satu mitra kerjanya adalah jajaran Kementerian Agama (Kemenag) menyambut positif tambahan kuota ini. Sebab hal itu juga bermanfaat untuk mengurangi daftar masa tunggu calon jemaah haji Indonesia.

’’Tambahan kuota ini memang harus diambil. Terlebih waktunya juga masih cukup untuk mempersiapkan berbagai hal terkait itu. Nah apa saja yang perlu disiapkan itu yang akan kita bahas dengan Kemenag saat rapat pada awal pekan depan,’’ kata Abdul Wachid, Rabu (10/5/2023).

Baca: TMMD Sengkuyung di Pancur Jepara Diharap Bantu Sejahterakan Warga

Tahun ini, kuota haji Indonesia dijatah sebanyak 221 ribu calon jemaah. Kuota itu dibagi ke seluruh provinsi dan diturunkan hingga kabupaten atau kota.

Jatah untuk Kabupaten Jepara tahun ini sebanyak 1.452 calon jemaah haji. Calon jemaah haji termuda adalah Rifki Maulidina (18) sedang tertua bernama Kaslan yang berusia 96 tahun.

Ribuan calon jemaah haji asal Jepara itu terbagi lima kelompok terbang (kloter). Hanya saja kapan ribuan calon jemaah haji ini diberangkatkan masih menunggu informasi lebih lanjut.

Wachid mengatakan, pihaknya berencana memperjuangkan adanya tambahan kuota haji untuk Jepara saat rapat dengan jajaran Kemenag pekan depan.Ia ingin tambahan kuota haji 8000 orang, ada yang bisa dipakai untuk Jepara. Menurutnya penting terlebih daftar tunggu di Jepara tergolong lama karena sudah lebih dari 20 tahunan.’’Bisa saja (dapat tambahan kuota, red). Tapi ketentuannya tambahan kuota bisa diberikan untuk daerah yang pelunasan kekurangan biaya hajinya sudah maksimal. Nah, ini yang harus dikejar. Logikanya jika kuota lama saja masih ada yang belum lunas, masak mau ditambah lagi,’’ jelas politisi Partai Gerindra ini.Baca: Lahan ’Nganggur’ di Jepara Bakal DimanfaatkanOleh karena itu, Abdul Wachid mendorong pihak-pihak penyelenggaraan haji di Jepara pro aktif terkait pelunasan kekurangan biaya haji. Jika perlu pihak-pihak itu mendatangi calon jemaah haji jatah berangkat tahun ini namun masih belum lunas pembayarannya.’’Gencarkan sosialisasi dan datangi mereka. Ini penting agar kesempatan Jepara dapat tambahan kuota terbuka lebih lebar. Kalau belum lunas maka tidak akan diberi (tambahan kuota),’’ paparnya. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler