Alasan Pasutri di Jepara Ceburkan Bayinya ke Sumur: Stunting dan Miskin
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 22 Mei 2023 10:46:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu penyebabnya yaitu karena si bayi stunting atau gagal tumbuh dengan baik.
Pasutri itu mengaku sudah putus asa melihat kondisi anaknya yang sering sakit-sakitan. Keduanya tak sabar dengan pertumbuhan anaknya yang tak kunjung meningkat.
Bayi laki-laki berusia tiga bulan itu memiliki berat badan 2,5 kilogram dan masuk dalam kategori stunting.
”Iya, tidak ada perkembangan (stunting, red)," kata S saat dihadirkan di Mapolres Jepara, Senin (22/5/2023).
Baca: Begini Skenario Pasutri di Jepara Bunuh Bayinya dengan Diceburkan ke Sumur
S mengaku setiap bulan memeriksakan anaknya di Posyandu. Pihak bidan desa pun memberikan sejumlah asupan gizi untuk anaknya. Akibat stunting itu, bayi tersebut menjadi sering sakit-sakitan.
Tak hanya masalah stunting, pasutri itu mengaku tega membuang bayinya karena desakan ekonomi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



