Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, saat ini masih ada sekitar lima ribu anak yang berstatus stunting. Angka itu turun dari 7.227 anak stunting.

Kepala Dinkes Jepara, Mudrikatun menilai, munculnya kasus stunting berakar dari pola asuh orang tua kepada anaknya. Dia melihat fenomena banyaknya ibu di Jepara yang bekerja sewaktu anaknya masih kecil dan butuh asuhan khusus. Sang bayi dititipkan kepada orang lain.

“Kenapa terjadi stunting? Berarti kaitannya dengan asih, asuh, asah. Biasanya kalau ibunya bekerja anak dititipkan simbahnya atau lainnya. Kalau tidak mau makan ya sudah (dibiarkan saja, red),” kata Mudrikatun, Rabu (24/5/2023).

Untuk itu, melalui program Sinergisitas Gerakan Menekan Kematian Ibu dan Bayi (SING GEMATI), Mudrikatun akan menggerakkan seluruh elemen pendamping kesehatan dan masyarakat untuk mendampingi anak-anak stunting.

BACA JUGA: Soal Pasutri di Jepara Buang Bayi Dalam SumurMudrikatun menyebutkan, bayi harus mendapatkan gizi yang cukup selama tiga bulan. Bayi akan diberi makanan tambahan berupa protein, karbohidrat dan makanan bergizi cukup lainnya.Pihaknya mengakui sejauh ini program pengentasan stunting di Jepara belum optimal. Sehingga, ke depan seluruh kader di desa ditugaskan untuk mendampingi bayi dan ibunya.“Kader nanti diharapkan mendampingi dari cara makan dan kehidupan sehari-hari. Soal ini kami akui memang belum optimal,” ujar Mudrikatun.Editor: Budi Santoso

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler