Kapolres Jepara menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dari korban. Proses pengungkapan kasus ini juga sedang berlangsung.
"Ditangani Polsek Bangsri dengan back up supervisi dari Polres Jepara. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres, Selasa (30/5/2023).
AKBP Wahyu pun memastikan tidak membiarkan laporan korban. Diketahui, korban sudah mengalami kejadian yang sama sebanyak tiga kali. Korban pun sudah melaporkannya ke Polsek Bangsri tiga kali juga.
Sebelumnya, korban Bernama Juwati mengaku sudah tiga kali kemalingan. Pertama, pada April 2021 lalu, dia kemalingan beberapa karton rokok di tokonya. Kerugiannya dihitung mencapai Rp100 juta.
Lalu yang ke dua, November 2021 silam, giliran sepeda motor Honda Vario dan Scoopy raib disikat maling di rumahnya. Maling tersebut masuk ke rumahnya pukul 02.00 WIB saat dia dan keluarganya terlelap.
"Sayangnya kejadian pertama dan kedua saya belum punya CCTV," kata Juwati.
Sedangkan yang terbaru, pada Rabu (24/5/2023) lalu rumahnya kembali disatroni maling. Tiga karton rokok Sukun isi 16 batang serta uang tunai Rp17 juta digondol maling. Tak hanya itu, sebuah handphone Samsung A5 juga raib.
BACA JUGA: Aksi Maling Rokok di Bangsri Jepara Terekam CCTVAksi pencurian yang ke tiga itu terekam CCTV yang terpasang di rumah Juwati. Dalam video yang diterima Murianews, tiba-tiba datang dua pria boncengan mengendarai Yamaha N-Max hitam abu-abu. Pengendara memakai helm. Sedangkan yang dibonceng memakai masker dan bertopi.Mereka terlihat membawa dua karton rokok Sukun. Rokok tersebut ditaruh di jok tengah. Keduanya kabur tanpa meninggalkan jejak.Atas kejadian yang terakhir itu, Juwati langsung melaporkannya kepada Polsek Bangsri. Ternyata, peristiwa pertama dan kedua pun sudah dilaporkan ke Polisi. Namun sampai sekarang sejak laporan pertama tak kunjung ada titik terang."Sebelumnya sudah menanyakan perkembangan laporan yang kejadian sebelum-sebelumnya. Katanya masih dalam pencarian. Masih proses katanya," ungkap Juwati.Juwati menghitung total kerugian tiga peristiwa tersebut sebesar Rp 200 juta. Dirinya berharap pihak Kepolisian segera mengusut tuntas pencurian yang dia alami tersebut.Editor: Budi Santoso
Murianews, Jepara – Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan merespon laporan pencurian rokok di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri. Pihaknya berjanji akan mengejar pelaku.
Kapolres Jepara menyampaikan pihaknya telah menerima laporan dari korban. Proses pengungkapan kasus ini juga sedang berlangsung.
"Ditangani Polsek Bangsri dengan back up supervisi dari Polres Jepara. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres, Selasa (30/5/2023).
AKBP Wahyu pun memastikan tidak membiarkan laporan korban. Diketahui, korban sudah mengalami kejadian yang sama sebanyak tiga kali. Korban pun sudah melaporkannya ke Polsek Bangsri tiga kali juga.
Sebelumnya, korban Bernama Juwati mengaku sudah tiga kali kemalingan. Pertama, pada April 2021 lalu, dia kemalingan beberapa karton rokok di tokonya. Kerugiannya dihitung mencapai Rp100 juta.
Lalu yang ke dua, November 2021 silam, giliran sepeda motor Honda Vario dan Scoopy raib disikat maling di rumahnya. Maling tersebut masuk ke rumahnya pukul 02.00 WIB saat dia dan keluarganya terlelap.
"Sayangnya kejadian pertama dan kedua saya belum punya CCTV," kata Juwati.
Sedangkan yang terbaru, pada Rabu (24/5/2023) lalu rumahnya kembali disatroni maling. Tiga karton rokok Sukun isi 16 batang serta uang tunai Rp17 juta digondol maling. Tak hanya itu, sebuah handphone Samsung A5 juga raib.
BACA JUGA: Aksi Maling Rokok di Bangsri Jepara Terekam CCTV
Aksi pencurian yang ke tiga itu terekam CCTV yang terpasang di rumah Juwati. Dalam video yang diterima Murianews, tiba-tiba datang dua pria boncengan mengendarai Yamaha N-Max hitam abu-abu. Pengendara memakai helm. Sedangkan yang dibonceng memakai masker dan bertopi.
Mereka terlihat membawa dua karton rokok Sukun. Rokok tersebut ditaruh di jok tengah. Keduanya kabur tanpa meninggalkan jejak.
Atas kejadian yang terakhir itu, Juwati langsung melaporkannya kepada Polsek Bangsri. Ternyata, peristiwa pertama dan kedua pun sudah dilaporkan ke Polisi. Namun sampai sekarang sejak laporan pertama tak kunjung ada titik terang.
"Sebelumnya sudah menanyakan perkembangan laporan yang kejadian sebelum-sebelumnya. Katanya masih dalam pencarian. Masih proses katanya," ungkap Juwati.
Juwati menghitung total kerugian tiga peristiwa tersebut sebesar Rp 200 juta. Dirinya berharap pihak Kepolisian segera mengusut tuntas pencurian yang dia alami tersebut.
Editor: Budi Santoso