Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berbeda dengan desa-desa lain, Desa Kawak memiliki ciri khas dengan menyelenggarakan festival jondang.

Petinggi Desa Kawak Eko Hery Purwanto menyampaikan, Festival Jondang Kawak ini menjadi agenda rutin desa setiap setahun sekali. Jondang sendiri merupakan kayu yang dibentuk persegi panjang. Ukurannya 1 meter X  40 sentimeter dan pada tengah-tengahnya berlubang.

Baca juga: Unik, Desa Kawak Jepara Usir Wabah PMK dengan Sepak Bola Api

Pada zaman dahulu, jondang merupakan tempat seserahan lamaran pengantin. Namun, sejak era modern, masyarakat setempat sudah jarang sekali yang menggunakan jondang sebagai sarana seserahan.

Sejak pagi tadi, rombongan dari masing-masing RT sudah berkumpul di lapangan. Mereka membawa jondang dan pasukan pengiring dengan beragam kerativitas. Ada yang membawa gunungan hasil bumi sampai pasukan penari.

Jondang di arak dari lapangan berkeliling desa menuju punden atau makam Mbah Kawak. Sepanjang jalan, masing-masing rombongan unjuk kebolehan beratraksi, menari dan memainkan musik tradisional.

Setibanya di punden tersebut, masyarakat memanjatkan doa bersama. Segala bahan pangan yang dibawa didoakan, lalu diperebutkan.
”Festival Jondang ini menjadi sarana pemersatu dan gotong royong masyarakat Desa Kawak,” tutur Hery.Selain itu, rutinitas festival tersebut juga bertujuan untuk terus menjawa warisan leluhur agar tak luput dari kehidupan generasi baru.”Kami akan terus melestarikan warisan leluhur ini. Kami juga akan menjaga kearifan lokal agar tidak punah. Terutama pemuda Desa Kawak agar tak lupa dengan leluhurnya,” kata Hery.Sebelumnya, rangkaian sedekah bumi Desa Kawak juga diadakan sepak bola api, manganan, bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan akan ditutup nanti malam dengan seni tayub serta pagelaran wayang kulit.https://youtu.be/INv9DF7kTKs Editor: Dani Agus

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler