Harga Kopi Jepara Tiba-Tiba Melonjak Drastis, Ternyata Ini Sebabnya
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 7 Juli 2023 11:06:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu petani kopi dari Desa Tempur, Kecamatan Keling, Ahmad Junaidi menyebutkan, kenaikan harga tak wajar tersebut sudah berlangsung selama 1,5 bulan terakhir. Harga biji kopi sempat menyentuh harga tertinggi di angka Rp 45-47 ribu per kilogram.
”Padahal, biasanya harga tertinggi di kisaran Rp 30-32 ribu per kilogram,” kata Junaidi kepada Murianews.com, Jumat (7/7/2023).
Baca juga: Petani Kopi Jepara Diberi Bibit Robusta untuk 200 Hektare Lahan
Junaidi mengungkapkan, karena harga yang naik tajam, para petani bahkan berani menjul kopi yang masih dalam bentuk gelondong yang baru dipetik dari kebun. Harganya pun melesat. Jika sebelumnya per kilogram hanya di angka Rp 6-7 ribu, kini bisa tembus Rp 11-12 ribu per kilogram.
Junaidi meyakini, tren kenaikan harga kopi tersebut tak akan berlangsung lama. Buktinya, setidaknya dalam sepekan terakhir harganya sudah turun di angka Rp 40 ribu per kilogram biji kopi kering.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



