Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada DKPP Jepara, Mudhofir mengatakan, sejak adanya kabar kemunculan antraks di daerah lain, pihaknya langsung melakukan deteksi dini. Seluruh petugas kesehatan hewan dikerahkan untuk hal itu.
“Kami punya 27 petugas layanan (kesehatan hewan, red) yang setiap hari memutar. Sejauh ini tidak ada (temuan antraks, red),” kata Mudhofir kepada Murianews.com, Jumat (7/7/2023).
Sejauh ini, Mudhofir selalu memantau ternak-ternak, terutama sapi dan kambing di masyarakat. Berdasarkan data DKPP, jumlah populasi sapi di Kota Ukir sebanyak 45.972 ekor. Sedangkan populasi kambing sebanyak 63.552 ekor.
Mudhofir selalu menginformasikan gejala-gejala antraks kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga selalu mengedukasi para peternak di berbagai tempat.
BACA JUGA: Sapi Terjangkit Virus LSD di Jepara Masih Ribuan, Peternak Makin Resah
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



