Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Teka-teki identitas mayat perempuan yang ditemukan di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara akhirnya terungkap. Rupanya, mayat perempuan itu adalah warga Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan.

Kapolsek Jepara Kota, AKP Sri Retno Biyanti mngungkapkan, jenazah perempuan itu adalah Nasipah. Perempuan 65 tahun itu adalah warga RT 12 RW 4, Desa Banyuputih.

“Tadi malam jenazah sudah dijemput keluarganya di RSUD RA Kartini Jepara,” kata AKP Sri Retno, saat dihubungi Murianews.com, Rabu (1/11/2023).

Dari keterangan keluarga, jelas Retno, Nasipah pergi dari rumah pada Minggu (29/10/2023) lalu. Nasipah diketahui hendak menjenguk anaknya yang dirawat di RSUD RA Kartini. Dia menaiki kendaraan umum sendirian.

Namun karena diduga linglung dan tak tahu tempat turun di RSUD RA Kartini Jepara, Nasipah justru ikut kendaraan umum yang tidak mengarah ke tempat tujuan. Hingga akhirnya dia berhenti di tempat yang tidak dia kenali.

“Orangnya memang sudah agak pikun. (Penyebab meninggal, red) Entah karena kelaparan atau apa kita tidak tahu. Yang pasti tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas AKP Sri Retno.

Diberitakan sebelumnya, pertama kali mayat tersebut ditemukan oleh anak-anak yang bermain di kebun, sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (31/10/2023). Tepatnya di RT 12 RW 4 Desa Kuwasen.

Setelah diperiksa oleh dokter dari Puskesmas, lanjut dia, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Kondisi mayat masih utuh. Namun sudah mulai berbau. Pakaian mayat pun masih lengkap. Yakni baju warna cokelat motif batik, memakai kerudung motif loreng dan terpasang gigi palsu. Kulit mayat berwarna sawo matang.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler