Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus melakukan konsolidasi. Kali ini relawan mengajak serta para ulama untuk memenangkan AMIN.

Ratusan relawan bersama ulama pendukung AMIN menggelar doa bersama di Ponpes PPTQ Al Husna Internasional 5, Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Rabu (6/12/2023). Doa pemenangan AMIN itu dihadiri dua kiai kharismatik, KH Ahmad Asnawi Kudus dan KH A Wafi Maimun Zubair Sarang, Rembang.

Selain doa bersama, relawan dan ulama itu melakukan konsolidasi internal. Masing-masing relawan yang hadir dibebani menggaet sedikitnya seratus suara untuk AMIN.

Presidium Relawan AMIN Jawa Tengah Rubiyanto mengatakan, setelah ini seluruh peserta doa bersama akan langsung menyosialisasikan visi misi AMIN ke seluruh masyarakat Jepara. Utamanya kepada masyarakat nahdliyyin, ulama dan para habaib.

”Semua elemen masyarakat kita targetkan untuk memilih AMIN. Baik kiai, ulama atau habaib. Apalagi di sini (Kabupaten Jepara, red) merupakan basis nahdliyyin,” kata Rubiyanto.

Para relawan menargetkan bisa meraup 40 persen suara. Target itu dinilai realistis karena Kabupaten Jepara termasuk kandang banteng atau PDI Perjuangan.

Sementara itu, pimpinan Ponpes PPTQ Al Husna Internasional KH Mudhofar Al Haidz meyakini bahwa para ulama, kiai dan habaib di Jepara bisa bersatu memilih pasangan AMIN. Menurutnya, AMIN merupakan representasi pemimpin yang berlatar bekalang agamis.

”Kita untuk penyisiran dan sosialisasi saat ini lebih banyak di para kiai, habaib dan santri. Karena beliau-beliau yang punya masa,” ujar Mudhofar.

Pihaknya menuturkan, memilih pemimpin tidak bisa dengan cara jual beli suara. Melainkan memilih harus berdasarkan agama.

”Kita memilih pemimpin ini adalah perintah agama juga. Ini bukan politik identitas. Tapi kita harus memilih pemimpin berdasarkan agama,” jelas dia.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler