Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pesta Lomban di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akan dilaksanakan pada Rabu (17/4/2024). Nantinya, akan dilarung kepala kerbau yang ditempatkan di miniatur perahu.

Miniatur perahu itu merupakan salah satu ubarampe wajib dalam setiap prosesi larungan atau pesta lomban. Miniatur perahu dibuat oleh Agus Mardiko (52), Ketua RT 4 RW 4 Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara. Dia sudah 23 tahun menjadi pembuat perahu mini larungan.

Miniatur perahu itu dibuat dari bahan bambu apus, kayu sengon, kain mori sepanjang 15 meter, batang pisang rajah dan lainnya. Perahu dibuat sejak pekan pertama ramadan lalu.

”Hari ketujuh Ramadan sudah mulai dicicil. Tergantung waktu senggangnya,” kata Agus, Senin (15/4/2024).

Agus menyebutkan, miniatur perahu itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 juta. Dia membuat perahu mini dibantu oleh 3-5 pekerja yang kesehariannya sebagai nelayan.

Agus mengatakan, ada perbedaan warna miniatur perahu tahun ini dan tahun lalu. Jika tahun lalu warna merah mendominasi, tahun ini perpaduan antara warna putih, biru, kuning dan sedikit merah.

”Supaya masyarakat tidak bosan dan terkesan variatif,” jelas Agus.

Terkait dengan ubarampe, Agus menyebut ada beberapa syarat wajib. Antara lain kepala satu kepala kerbau, satu ingkung ayam, ingkung bakar, arang-arang kembang, kelapa muda, bubur merah putih, ketan hitam dan lain-lain.

Diketahui, larungan kepala kerbau memang tradisi wajib masyarakat pesisir Jepara setiap sepekan setelah lebaran. Nantinya, kepala kerbau akan dilarung di dekat Pulau Panjang.

Perahu-perahu nelayan dari berbagai penjuru akan mengiringi larungan ini. Puncaknya, para nelayan akan berebut ubarampe kepala kerbau yang dilarung di laut lepas.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler