Hardiknas, Masih Ada 1.023 Anak Tak Sekolah di Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 2 Mei 2024 16:21:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menyinggung jumlah anak tak sekolah di Kabupaten Jepara saat memimpin upacara peringatan Hardiknas 2024 di Alun-Alun Jepara I, Kamis (2/5/2024).
Dalam laporan yang didapatkannya, di Kabupaten Jepara masih ada 1.023 anak tidak sekolah. Jumlah itu menurun pada bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni 5.230 anak tak sekolah.
Ia pun berharap angka itu terus menurun dan tak ada lagi anak tak sekolah di Kabupaten Jepara. ”Kami telah berhasil mengembalikan begitu banyak ATS ke lembaga pendidikan,” kata dia.
Edy menegaskan, para pendidik diharuskan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan, agar terus memicu hasrat anak bersekolah.
”Ciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan agar semangat anak-anak kita untuk terus sekolah, senantiasa terjaga. Jangan sampai ada nama baru dalam daftar ATS di Jepara,” ujarnya.
Karenanya pada pelaksanaan Merdeka Belajar, lanjut Edy, guru dituntut mampu melaksanakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Sekaligus mampu mengoptimalkan seluruh bakat dan potensi spesifik yang dimiliki oleh anak didik.
”Kepada bapak dan ibu guru, terus meningkatkan kompetensi dan berproses dalam pengembangan diri,” tuturnya.
Penegasan tersebut selaras dengan tema peringatan Hardiknas ini, yaitu ”Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Adapun pelaksanaan upacara kala itu juga dirangkai dengan perayaan Hari Otonomi Daerah.
Momentum tersebut diharapkan dapat memperkokoh tanggung jawab, komitmen, dan kesadaran seluruh jajaran pemerintah daerah. Utamanya membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
”Model-model ekonomi ramah lingkungan yang telah ada, harus terus kita promosikan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” kata dia.
Editor: Zulkifli Fahmi



