Ratusan Keris dari Penjuru Nusantara Dipamerkan di Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 25 Mei 2024 15:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Lebih dari 200 buah keris dipamerkan di Pendapa RA Kartini Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (25/5/2024). Keris-keris yang dipamerkan berasal dari berbagai penjuru wilayah di nusantara.
Pameran yang diadakan oleh Perkumpulan Pelestari Tosan Aji Jepara (PPTAJ) itu bertajuk Pameran Edukasi Tosan Aji. Pameran ini dibuka dengan Kirab Bregada ”Pusaka Jepara” dari Markas Kodim 0719/Jepara menuju Pendapa RA Kartini.
Salah satu pusaka tombak Tunggulan Tegalsambi yang diarak itu diserahkan oleh Penasehat PPTAJ Iqbal Tosi atau Iqbal Bejeu kepada Assisten I Jepara Ratib Zaini. Penyerahan pusaka ini dikawal oleh pasukan yang mirip dengan pasukan Kesultanan Surakarta.
Selain pameran, acara yang berlangsung hingga esok hari (25/5/2024) ini pun dilengkapi dengan bursa tosan aji nusantara hingga lelang tosan aji. Keris-keris yang dipamerkan dihadirkan dari berbagai era kerajaan di nusantara.
Pameran ini diikuti oleh para kolektor dari berbagai daerah. Seperti dari Jawa Barat, Madura, Jawa Timur, Kudus, Pati, Semarang, Yogyakarta, Solo dan lainnya.
Ketua Panitia Ricardo Genit Zaal mengatakan, pameran ini bertujuan untuk mengangkat empu lokal Jepara. Dia menyebutkan, di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, pernah hidup seorang empu terkenal.
”Pameran ini untuk melihat varian keris-keris karya empu di Tegalsambi dengan banyaknya keris yang ikut dipamerkan,” kata dia.
Sejauh ini, lanjut dia, keris atau tosan aji Desa Tegalsambi dibuat pada tahun 1840-1910. Adapun ciri khasnya yaitu pada material besi dan baja yang menghasilkan pamor yang tidak menampilkan begitu banyak motif. Selain itu, gaya keris khas Desa Tegalsambi berbentuk lurus.
Terlepas dari karakteristik keris, Ricardo berharap agar pemeran keris itu bisa mengedukasi masyarakat. Terutama bagi kalangan muda yang harus tetap mengerti sejarah dan kebudayaan leluhur.
”Di pameran ini kita bisa belajar bersama. Menguri-uri warisan leluhur,” ucap dia.
Editor: Dani Agus



