Fakta Baru Predator Seksual Jepara: 10 dari 31 Korban Disetubuhi
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 30 April 2025 18:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pelaku mengancam akan menyebarkan foto maupun video korban kepada publik. Bahkan, ada korban yang karena terancam, ingin bunuh diri.
”Sampai dengan tahap terakhir, yaitu kopi darat. Kopi darat ya, disetubuhi,” terang Kombes Dwi.
Kombes Dwi menyatakan, aktivitas predator seksual itu sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. Atau sejak September 2024 lalu.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Dwi mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan media sosial untuk berkenalan dengan korban.
Lewat media sosial telegram, pelaku meminta para korban untuk mengirim foto atau video asusila. Konten-konten asusila itu kemudian dia simpan dalam folder per masing-masing korban.
”Sementara ini baru satu media (sosial), itu dia menggunakan Telegram. Tetapi ditindaklanjuti juga dengan adanya WA (WhatsApp) dan yang lain-lainnya,” kata Kombes Dwi.
Saat ini, pihaknya masih mendalami beberapa akun media sosial milik pelaku yang diduga digunakan juga untuk melancarkan aksi bejatnya.
Editor: Supriyadi



