Kos-kosan Bebas Merajalela, Ini Respons Bupati Jepara Witiarso Utomo
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 14 Agustus 2025 16:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebelumnya, Witiarso Utomo juga telah mendorong para ulama dan kiai berceramah di dalam kawasan pabrik. Tujuannya agar bisa memberikan siraman rohani bagi para buruh.
Witiarso Utomo juga mengaku sudah ditemui investor-investor dari kawasan industri di Kota Ukir. Pihaknya pun meminta kepada para investor itu agar memberikan ruang bagi para kiai untuk berceramah.
“Saya sudah bertemu pengusaha-pengusaha korea, mereka menerima kalau para kiai atau ustazah berceramah di pabrik-pabrik mereka,” kata Witiarso Utomo.
Witiarso Utomo juga sudah menginformasikan hal itu kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan. Salah satunya kepada Nahdlatul Ulama (NU). Informasi itu juga akan disampaikan kepada Muhammadiyah.
“Silahkan PCNU (Pengurus Cabang NU Kabupaten Jepara) bersurat ke Bupati. Nanti kami yang memberikan rekomendasi untuk ceramah di pabrik-pabrik,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Editor: Budi Santoso



