Mengenal Wisata Pelatihan Mengukir di Omah Laut Bondo Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 11 Oktober 2025 19:15:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Ada yang unik dari konsep wisata di Omah Laut, di kawasan Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng).
Selain menawarkan eksotisme lanskap pantai yang indah, Omah Laut juga menawarkan pelatihan mengukir.
Diketahui, Omah Laut merupakan penginapan yang letaknya berhadapan langsung dengan garis Pantai Bondo. Kebanyakan, pelancong yang datang ke sana adalah wisatawan mancanegara. Mereka bisa berhari-hari tinggal di penginapan itu.
Tak mau hanya menawarkan suasana pantai, Owner Omah Laut, Swastika Tenny Ria menawarkan pelatihan mengukir bagi wisatawan yang datang. Program itu dinamai Class wood carving for beginner.
Bagi Tenny, program ini merupakan komitmen untuk di samping melakukan konservasi seni ukir kayu. Selain itu juga memberi dampak ekonomi pada tenaga pengukir yang dilibatkan dalam workshop singkat dan menyenangkan ini.
”Niatnya untuk mengenalkan dan merawat eksistensi seni ukir Jepara,” kata Tenny, Sabtu (11/11/2025).
Kelas mengukir selama 3-4 jam itu berbayar. Tarifnya pun masih bisa dinegosiasikan. Wisatawan asing dan lokal ditarif berbeda. Adapun uangnya diberikan kepada pendamping kelas sebagai pengganti tenaga dan waktu yang telah dicurahkan.
Dalam hal ini mentor ukir kayu yang dilibatkan dalam Kelas Ukir juga akan mendapatkan pengalaman lain sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu yang menyenangkan, dan tidak harus selalu melulu membaktikan keahliannya untuk menjadi tukang ukir di kawasan industri.
Mendapat Sertifikat...
Sebenarnya, ujar dia, kelas mengukir itu ditawarkan kepada setiap wisatawan yang datang. Namun sejak dimulai pada 2023 lalu, kebanyakan wisatawan yang tertarik adalah wisatawan mancanegara.
”Kebanyakan memang wisatawan mancanegara. Tapi pernah juga ada wisatawan lokal dari Jakarta yang ikut,” sebut Tenny.
Salah satu pendamping, Brodin menyampaikan bahwa peserta kelas yang mayoritas wisatawan asing itu, selama ini sangat antusias mengikuti setiap arahan yang disampaikan. Sebelum mulai mengukir, dia selalu memulainya dengan prolog narasi tentang seni ukir Jepara.
”Kami memberikan pola-pola ukiran sederhana, yang mudah dipelajari dan dipraktekkan. Kendalanya, terkadang mereka kesulitan, karena memang baru pertama kali mengukir. Tapi mereka tetap senang. Hasil karyanya dibawa pulang, mereka juga mendapatkan sertifikat,” ungkap Brodin.
Editor: Dani Agus



