Ia menjelaskan, pelatihan ini juga menjadi kesempatan terbaik bagi para penjamah makanan atau relawan.
”Utamanya, dalam memberikan kontribusi penyiapan asupan makanan bergizi bagi anak-anak dalam mempersiapkan generasi unggul, sehat dan berdaya saing menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, DrNurjaeni menyampaikan melalui Bimtek itu pihaknya ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan ketrampilan yang memadai.
”Yaitu dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ujar dia.
Di kesempatan itu, ia mengingatkan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan kualitas pelayanan.
Yaitu penempatan 5.000 Chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan dalam pengolahan makanan bergizi dan aman.
Kemudian, pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan, penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG.
Murianews, Jepara – Seribuan petugas dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penjamah makanan. Pelatihan ini penting guna memastikan program makan bergizi gratis (MBG) berjalan lancar.
Bimtek di Ono Joglo Resort Jepara ini berlangsung selama dua hari kemarin (18-19/10/2025). Melalui bimtek ini, peserta mendapatkan sertifikasi yang membuktikan peningkatan kompetensi.
Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari sejumlah pakar dari instansi terkait, meliputi Ketua Tim Inspeksi BPOM Purwaningdyah Reni Hapsari.
Kemudian Sanitarian Penyelia Dinas Kesehatan Muhammad Al Farouq, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Havid Widiyanto dan Ketua DPC Persagi Jepara Wiwid Widiyatni.
Pelaksanaan Bimtek Penjamah Pangan SPPG di Jepara ini merupakan bagian dari rangkaian bimtek yang diselenggarakan Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN secara serentak.
Ada 34 kabupaten/kota di enam provinsi yang menggelar agenda serupa pada 18–19 Oktober 2025 dengan melibatkan partisipasi masif sekitar 30.000 peserta.
Koordinator SPPG Wilayah Jepara Muhammad Wildan menyampaikan di samping untuk meningkatkan keterampilan serta profesionalitas petugas SPPG, pelatihan itu juga guna membangun kesadaran pelaksana progam MBG akan pentingnya higienitas, keamanan, dan keberlanjutan pangan.
”SPPG menjadi ujung tombak keberhasilan program MBG,” jelas Wildan dalam keterangan tertulis yang diterima Murianews.com, Senin (20/10/2025).
Kesempatan Terbaik...
Ia menjelaskan, pelatihan ini juga menjadi kesempatan terbaik bagi para penjamah makanan atau relawan.
”Utamanya, dalam memberikan kontribusi penyiapan asupan makanan bergizi bagi anak-anak dalam mempersiapkan generasi unggul, sehat dan berdaya saing menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, DrNurjaeni menyampaikan melalui Bimtek itu pihaknya ingin memastikan setiap penjamah makanan memiliki kompetensi dan ketrampilan yang memadai.
”Yaitu dalam seluruh tahapan penyediaan makanan bergizi. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ujar dia.
Di kesempatan itu, ia mengingatkan sepuluh langkah strategis peningkatan layanan MBG yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan kualitas pelayanan.
Yaitu penempatan 5.000 Chef profesional dari Indonesian Chef Association (ICA) di SPPG baru untuk transfer pengetahuan dalam pengolahan makanan bergizi dan aman.
Kemudian, pelaksanaan rapid test food berkala oleh Balai POM guna menjamin keamanan pangan, penerapan wajib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG.
Pemanfaatan Platform...
Selain itu, pemanfaatan platform LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan untuk pembelajaran daring bagi tenaga pelaksana, penggunaan air bersih berstandar kesehatan serta sterilisasi alat makan dengan air panas 80° celcius.
Lalu, penambahan tenaga ahli gizi agar pendampingan gizi lebih optimal, penerapan sertifikasi halal untuk memastikan kepatuhan nilai keagamaan, pemasangan CCTV di dapur SPPG untuk menjamin transparansi dan pengawasan proses produksi.
Serta, kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) sebagai dasar tata kelola layanan yang profesional dan akuntabel, penguatan edukasi dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga mutu pelayanan MBG.
Melalui pelaksanaan bimtek serentak ini, BGN berharap terbentuk jaringan penjamah pangan yang kompeten, beretika, dan berdedikasi, serta menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh makanan yang layak, sehat, dan bergizi seimbang.
Editor: Zulkifli Fahmi