Ribuan Pelanggan PDAM Jepara Masih Kesulitan Air Bersih, Kok Bisa?
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 21 Oktober 2025 15:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sebanyak 4.062 pelanggan Perumda Tirto Jungporo atau PDAM Jepara, Jawa Tengah di wilayah selatan ternyata masih sering kesulitan air bersih. Bahkan, derita itu sudah dialami puluhan tahun lamanya.
Para pelanggan itu tersebar di sejumlah wilayah. Rinciannya, 1.722 pelanggan di Desa Ujungpandan, 730 pelanggan di Desa Kedungmalang, 816 pelanggan di Desa Karangaji, 250 pelanggan di Desa Kaliombo, dan 544 pelanggan di Desa Tedunan.
”Jadi kalau ditotal per Oktober ini, yang harusnya menerima air bersih (di wilayah Jepara Selatan 2) itu sejumlah 4.062,” sebut Direktur Utama PDAM Jepara, Lukman Hakim, Selasa (21/10/2025).
Berdasarkan data itu, sebut Lukman, maka kebutuhan air baku yang mengalir ke pelanggan adalah sekitar 50 liter per detik. Namun pada kenyataannya, pelanggan lebih sering tak teraliri air, terutama ketika musim kemarau.
”Masalah ini sudah lama. Kurang lebih sudah 10 tahun dan tak kunjung selesai. Ini juga menjadi catatan pak bupati dan memerintahkan PDAM untuk segera menyelesaikannya,” ungkap Lukman.
Lukman pun sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat sekaligus mengecek kondisi lapangan secara langsung. Ada dua skema rencana yang akan dijalankan PDAM.
Dalam jangka pendek, Lukman melakukan inventarisasi dan investigasi terkait masalah krisis air bersih itu. Selanjutnya, PDAM akan memanfaatkan sumber-sumber air baku yang sudah ada.
”Pertama kami akan fokuskan penanganan di Desa Ujungpandan karena pelanggannya paling banyak. Kami akan alirkan air baku dari sumur Gedangan (Kecamatan Welahan) ke sana. Debit airnya lumayan, 15 liter per detik,” kata dia.
Jarak Sumur...
- 1
- 2



