BREAKING NEWS: Pembongkaran Makam ART di Kerso Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 13 November 2025 11:07:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sebuah makam yang ada di pemakaman umum Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) dibongkar, Kamis (13/11/2025).
Pembongkaran atau ekshumasi ini dilakukan untuk mencari fakta baru terkait kematian asisten rumah tangga (ART) yang meninggal dunia di rumah majikannya.
Pantauan Murianews.com di lokasi, kawasan makam sudah didatangi ratusan warga sejak pagi. Pihak keluarga terlihat ikut menghadiri.
Hingga sekitar pukul 10.48 WIB, pihak kepolisan sedang melakukan pembongkaran makam.
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela menyebutkan, makam yang dibongkar adalah makam Khoiriyah (54), seorang ART yang beralamat di RT 5 RW 1 Desa Kerso.
Ekshumasi ini melibatkan Unit Identifikasi, Bidlabfor, dan Biddokkes Polda Jateng.
”Benar, hari ini kami melakukan ekshumasi. Kami melakukan penyelidikan menggunakan metode Scientific Crime Investigation dengan melibatkan berbagai pihak,” kata AKP Wildan.
Pembongkaran ini, lanjut Wildan, untuk memastikan apa penyebab kematian ART itu. Apakah karena ada dugaan penganiayaan, pembunuhan atau sebab lain.
Meninggal di Rumah Majikan...
Diberitakan sebelumnya, ART itu meninggal dunia di rumah majikannya di Kecamatan Batealit, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan pemeriksaan oleh dr Haris Taqwa yang bertugas di Puskesmas Batealit, ungkap Wildan, tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada tubuh jenazah, namun terdapat lebam mayat pada wajah.
Diperkirakan korban sudah meninggal dunia dua jam sebelum ditemukan.
Editor: Dani Agus



