Dua Korban Pemerkosaan Jepara Dijenguk Istri Wagub, Begini Kondisinya
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 24 November 2025 15:10:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Dua bocah perempuan di bawah umur korban pemerkosaan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), masih membutuhkan pendampingan intensif. Mereka masih trauma dengan apa yang menimpa.
Diketahui, dalam sebulan terakhir, muncul dua kasus pemerkosaan dengan korban bocah di bawah umur. Satu berada di sebuah daerah terpencil, yang sudah ditangkap pelakunya. Satu lainnya di wilayah Kecamatan Mayong, yang sampai saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Setelah menjadi korban pemerkosaan, korban dari Kecamatan Mayong ini bahkan mendapatkan perundungan dari teman-temannya di sekolah.
Mendapat kabar kasus rudapaksa itu, istri wakil gubernur Jateng sekaligus Ketua TPP PKK Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, menemui dua korban itu kemarin, Minggu (23/11/2025). Korban ditemui di rumah seorang pendamping dari Pokja 1 TP PKK Jepara di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan.
Dalam pertemuan itu, Nawal memberikan motivasi kepada para korban, laiknya seorang ibu kepada anaknya.
”Kami temukan dua korban dalam kasus bullying dan kekerasan seksual dan kami sudah melakukan rujukan bantuan hukum,” ujar Nawal.
Nawal pun sudah berkoordinasi dengan TP PKK Jepara dan dinas terkait untuk melakukan intervensi awal. Mulai dari pendampingan hukum hingga dukungan psikologis untuk proses pemulihan mental korban.
Nawal memantau betul kasus ini. Dia berharap agar aparat Kepolisian segera mengusut tuntas.
”Kita terus memantau dan memastikan anak-anak ini berada dalam pengawasan Pokja 1 PKK Jepara,” tegasnya.
Banyak terungkap...
- 1
- 2



