Warga Suwawal Jepara Temukan Hama di Beras Bansos, Langsung Ditarik
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 4 Desember 2025 00:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sejumlah warga penerima bantuan sosial bantuan pangan (Banpang) di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) menemukan hama di beras bansos mereka.
Hama pada beras tersebut ditemukan beberapa warga pada Selasa (2/12/2025). Beras tersebut berasal dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Bulog menyebut, yang ditemukan warga itu diidentifikasi sebagai ephestia atau sejenis calon kupu-kupu.
Sri Muniati, Pemimpin Wilayah Kanwil Jateng membenarkan adanya temuan tersebut. Kemudian dengan cepat pihaknya merespon temuan itu. Yaitu dengan menarik seluruh beras yang sudah tersalurkan, maupun yang belum disalurkan.
Tim dari Bulog Kanwil Jateng bersama Pimpinan Cabang Pati, segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Suwawal, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Turut hadir dalam proses penggantian tersebut Bapak Khairul Anam, Anggota Komisi A DPRD Jepara, serta Febrina, Kepala Gudang Rengging.
Keputusan itu diambil untuk memastikan kualitas dan kepercayaan masyarakat, BULOG mengambil langkah tegas untuk menarik seluruh stok beras Banpang di Desa Suwawal.
”Dari 919 penerima bantuan pangan, sebanyak 58% atau lebih kurang 537 PBP (Penerima Bantuan Pangan) sudah tersalurkan. Kami putuskan untuk ditarik berasnya semua, baik yang dilaporkan berhama maupun yang kondisinya masih baik. Termasuk beras sisa yang belum disalurkan, juga kami tarik semua,” jelas Sri, Rabu (3/12/2025).
Beras pengganti...
Dia mengatakan, beras pengganti telah didatangkan pada hari ini dan siap untuk didistribusikan. Proses penyaluran ulang ditargetkan selesai secepatnya, paling lambat hari Jumat, agar seluruh PBP dapat segera menerima hak mereka.
Atas insiden ini, Sri Muniati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima bantuan pangan dan pihak-pihak terkait.
”Ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dan atas kecerobohan ini, Insya Allah akan jadi pelajaran berharga buat kami untuk mempersiapkan penyaluran dengan lebih baik lagi sebelum sampai ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, pagu penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober Nopember se-Kabupaten Jepara sendiri seluruhnya sebanyak 90.376 PBP dengan jumlah penyaluran beras sebanyak 1.807.520 kg dan minyak goreng 361.504 liter, hingga 3 Desember 2025 telah terealisasi sebanyak 75% dan akan diselesaikan seluruhnya dengan target 9 Desember 2025.
Sri Muniati juga menegaskan komitmen mereka untuk memperbaiki prosedur pemeriksaan kualitas dan penyiapan barang sebelum disalurkan ke masyarakat, menjadikannya pembelajaran berharga demi penyaluran yang lebih baik di masa mendatang.
Kecepatan penanganan masalah ini, yang didukung penuh oleh pihak desa, anggota DPRD, dan aparat keamanan setempat, diapresiasi sebagai wujud sinergi yang baik dalam pengawasan bantuan sosial.
Editor: Anggara Jiwandhana



