Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Banyak desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terkendala lahan dalam pendirian bangunan Kopdes Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara) akan mencoba mengurainya.

Kabar terbaru, Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, warga desa menolak keras pendirian bangunan Kopdes Merah Putih yang bakal dibangun di lapangan sepakbola. Alasannya, lapangan itu merupakan satu-satunya yang dimiliki desa sebagai wahana olahraga.

Sampai kini, proses pendirian bangunan untuk kantor Kopdes Merah Putih di sana mandek. Belum ada titik temu antara aspirasi warga Desa Bandurejo dan kehendak pemerintah.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara, Zamroni Leistiaza mengaku telah menerima informasi itu. Pihaknya menyebut masalah ini akan segera di perhatikan dengan seksama.

“Sementara ini, yang kami dengan Bandungrejo yang ada penolakan. Kalau yang lain masih berproses,” kata Zamroni saat ditemui Murianews.com di Pendapa RA Kartini Jepara, Selasa (9/12/2025).

Pendirian bangunan Kopdes Merah Putih yang memanfaatkan lahan lapangan tak hanya di Bandungrejo. Di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, sebagian bangunan sudah berdiri. Namun belum terdengar penolakan dari warga.

Menurut Zamroni, prinsip pendirian bangunan Kopdes Merah Putih itu tergantung pada kesepakatan pemerintah desa dengan warganya. Untuk itu, pihaknya mendorong agar perencanaan pembangunan itu dibahas melalui mekanisme musyawarah desa (musdes).

Masih Proses...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler