Sebanyak 6.000 Paket Bansos di Jepara Tak Tersalurkan, Ini Penyebabnya
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 9 Januari 2026 14:34:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Pemerintah pusat mengucurkan berbagai bantuan sosial (bansos) sepanjang tahun 2025. Di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), ada sekitar enam ribu bansos yang tak tersalurkan.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara, Muh Ali menyebut, setidaknya ada tiga jenis bansos yang dikucurkan sepanjang 2025.
Yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) sementara kesejahteraan rakyat.
Dua jenis bansos reguler, yaitu PKH dan sembako, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 96.335 penerima. Hingga pencairan terakhir di pekan akhir Desember 2025, ada seribu lebih yang tak tersalurkan.
”Dalam sistem, tertera keterangan tidak dipergunakan sesuai peruntukannya. Jumlahnya ada seribu,” sebut Muh Ali, Jumat (9/1/2026).
Sebelum Oktober 2025 lalu, keterangan dalam sistem itu lebih spesifik. Salah satunya adalah KPM terindikasi bermain judi online (judol).
”Tapi sekarang tidak ada istilah judol di sistem,” jelas Muh Ali.
Sementara untuk BLT sementara kesejahteraan rakyat, lanjut Muh Ali, jumlah KPM sebanyak 76 ribu. Masing-masing, menerima uang tunai sebesar Rp 900 ribu.
Durasi Pencarian Pendek...
- 1
- 2



