Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Proses persalinan seorang ibu di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung dramatis. Betapa tidak, bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir di tengah desa tertinggi di Jepara itu sedang terisolasi total akibat tanah longsor.

Kepala Puskesmas Keling, Murtono, pertama kali mendapatkan informasi ada ibu mau melahirkan di Desa Tempur itu pagi sebelum pukul 07.00 WIB.

Di sisi lain, sejak semalam, Desa Tempur sudah terisolasi total. Jaringan listrik dan internet mati. Seluruh akses jalan tertutup puluhan titik longsoran.

”Sekitar jam 7 pagi tadi, dua bidan kita berangkat, bersama satu nakes (tenaga kesehatan). Dibantu teman-teman relawan,” kata Murtono.

Dua pejuang kemanusiaan itu adalah Cindy dan Liya. Yang bertugas sebagai Bidan Desa Tempur dan Jlegong.

Mereka berangkat motoran lewat jalur Desa Damarwulan. Namun motor mereka terhenti di wilayah Kajang. Dengan membawa alat medis, mereka menerjang lebatnya hujan dan berbagai material longsoran. Seperti tanah, pohon hingga batu-batu besar.

”Lalu mereka jalan kaki selama tiga jam untuk bisa sampai ke Desa Tempur. Mereka melewati jalan yang penuh longsoran di banyak titik,” ujar Murtono.

Persalinan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler