Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Hujan lebat selama tiga hari terakhir ini membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Jawa tengah dilanda bencana banjir dan longsor. Setidaknya ada delapan kecamatan yang diterpa bencana.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, depapan kecamatan itu adalah Kecamatan Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan dan Kembang.
”Yang paling parah di Kecamatan Keling, tepatnya di Desa Tempur. Karena tanah longsor dan banjir yang mengakibatkan jalan terputus,” kata Bupati Jepara, Witiarso Utomo kepada Murianews.com, Senin (12/1/2026).
Wiwit memastikan penanganan bencana ini dilakukan secara terstruktur. Untuk itu, dia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan terkoordinasi di lapangan.
”Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin penanganan berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terkoordinasi. Agar risiko bagi warga bisa ditekan,” jelas Wiwit.
Sejak pagi, Wiwit bersama rombongan perangkat daerah mendatangi sejumlah titik bencana di Kecamatan Nalumsari, Mayong dan Kalinyamatan. Di wilayah ini, kemarin, dilanda banjir dengan rata-rata kedalaman 1 meter.
”Tapi hari ini Alhamdulillah sudah mulai reda. Banjir sudah mulai surut,: imbuhnya.
Jembatan Putus...
- 1
- 2



