Empat Titik Bencana Alam di Jepara jadi Prioritas BPBD, Ini Lokasinya
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 15 Januari 2026 17:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terus berjibaku menangani berbagai bencana alam yang terjadi selama sepekan terakhir.
Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyebut, saat ini pihaknya tengah memusatkan konsentrasi atau prioritas bencana di empat titik.
Pertama, BPBD memprioritaskan pembukaan akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling.
”Tempur masih dalam penanganan dan terhambat cuaca,” kata Arwin, Kamis (15/1/2026).
Titik kedua, di wilayah Kecamatan Mayong. Arwin bilang, kemarin ada beberapa tanggul yang jebol secara sporadis. Akibatnya, sungai meluap ke permukiman di Desa Pelang, Sengonbugel, Mayong Kidul, Kuanyar dan Paren.
Di titik ini, pihaknya sudah mulai penanganan. Untuk tanggul-tanggul jebol, sudah dirapatkan dengan masing-masing desa, agar segera membuat pengajuan anggaran material penanganan tanggul jebol.
”Kemudian yang di Desa Paren juga sudah kita droping beras. Ada seperempat ton beras yang sudah kami kirim kemarin,” sebut Arwin.
Ketiga, lanjut Arwin, pihaknya konsentrasi penanganan banjir di Desa Batukali, Gerdu, Kaliombo, Sowan Kidul dan Ketilengsingolelo.
”Selain makanan siap makan. Khusus di Sowan Kidul, kami bantu beras ke masing-masing KK (Kartu Keluarga) 5 kilogram beras,” kata Arwin.
Banjir Bandang...
- 1
- 2



