Tak Bergerak saat Dibangunkan, Perantau Jepara Meninggal di Bus AKAP
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 2 Februari 2026 08:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Seorang perantau bernama Maftuhin (48), ditemukan meninggal dunia di dalam bus antarkota antarprovinsi (AKAP) saat perjalanan pulang ke Jepara, Jawa Tengah.
Kapolsek Tahunan AKP Ginyono menyebut, perantau itu beralamat di RT 2 RW 2 Dukuh Bajangan, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.
Ginyono menerangkan, korban meninggal dalam perjalanan pulang saat menaiki bus PO Kalingga Jaya tujuan Jakarta-Jepara.
Bus itu bertolak dari Terminal Pasar Induk Jakarta pada Minggu (2/2/2026) pukul 16.00 WIB. Sesuai data manifest penumpang, korban mestinya akan turun di Keling.
Dari keterangan saksi, lanjut Ginyono, sekitar pukul 21.00 WIB, para penumpang bus beristirahat dan makan di Rumah Makan Markoni Subang, Kabupaten Batang selama kurang lebih 45 menit. Namun korban tak turun dari bus.
Setelah itu, bus melanjutkan perjalanan menuju Kota Ukir. Sekitar pukul 03.30 WIB, bus tiba di Terminal Pecangaan Jepara.
Awak bus yang membangunkan semua penumpang, mendapati korban yang duduk di kursi nomor 3C itu tak kunjung bangun.
”Saat dibangunkan, korban tidak bergerak dan badan terasa dingin,” ungkap AKP Ginyono.
Tak Ada Tanda Kekerasan...
- 1
- 2



