Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Santriwati berusia 19 tahun diduga menjadi korban pencabulan oleh kiai atau pengasuh sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

Akibatnya, santriwati penghafal Al-Qur’an itu mengalami trauma berat. Pencabulan itu diduga dilakukan pengsuh ponpes sebanyak 25 kali dalam rentang waktu 27 April-24 Juli 2025.

Akibat dugaan pencabulan yang dia terima, korban sempat mengalami trauma berat. Kondisi psikologisnya terguncang, selama kurang lebih dua bulan.

Kondisi trauma juga dialami keluarga. Setelah kasus itu terbongkar, orang tua memulangkan paksa korban dan tiga adiknya yang juga mondok di ponpes tersebut.

Trauma yang dialami keluarga, terutama adik korban bukan tanpa alasan. Pasalnya, orang yang pertama kali mengetahui kasus tersebut adalah adik korban.

Di mana saat itu, adik korban tak sengaja melihat isi percakapan antara kakaknya dan pengasuhnya di ponsel milik korban. Isi pesan tersebut bernarasi asusila.

Yang bikin parah, sang pengasuh mengirimkan link-link video asusila, bahkan dokumentasi adegan asusila itu kepada korban.

Pihak keluarga yang ingin melaporkan kejadian ini kepada polisi pun kesulitan. Sebab korban ketakutan bila kasus ini terungkap. Akhirnya pada 20 November 2025, kasus ini dilaporkan kepada Satreskrim Polres Jepara.

Minta Pelaku Dihukum Setimpal... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler