Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), masih mengkaji soal amblesnya jalan di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan.

Diketahui, jala kabupaten tersebut sudah tiga kali dalam tiga tahun ini ambles. Tahun ini, jalan utama itu retak sepanjang 60 meter lebih. Dengan kedalaman ambles mencapai 60-70 sentimeter.

Kepala Dinas PUPR Jepara, Hery Yulianto mengaku masih melakukan kajian apa penyebab amblesnya jalan tersebut. Jika sudah ditemukan penyebab pastinya, baru kemudian akan diperbaiki.

”Saat ini kami baru meneliti kedalaman retaknya. Karena kalau menangani itu, nanti harus kami pastikan bahwa retaknya sudah mentok sampai titik tanah kerasnya. Teman-teman (PUPR) juga masih mencari penyebabnya,” jelas Hery, Sabtu (21/2/2026).

Sebelumnya, amblesnya jalan tersebut diduga akibat adanya proyek normalisasi Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II. Di mana jalan itu berada persis di samping tanggul sungai yang dinormalisasi selama tiga tahun terakhir.

”Kami harap itu murni tanah ambles karena aliran sungai yang dilakukan normalisasi, bukan karena tanah gerak. Karena kalau tanah gerak, tambah repot lagi kita, karena patahannya akan merembet ke mana-mana,” kata Hery.

Sembari menunggu hasil kajian, Hery menyebut akan memperbaiki jalan ambles tersebut dari alokasi Belanja Tak Terduga (BTT). Berapa besar? Hery masih menghitungnya dan berdasarkan pada hasil kajian.

Begitu juga soal jenis perbaikannya, Hery masih belum bisa memastikan apakah akan dibetonisasi atau tidak. Di sisi lain, Pemerintah Desa Guwosobokerto meminta agar dibetonsiasi agar bisa awet.

”Permintaannya memang beton. Tapi kami baru mengkaji. Hasilnya, nanti tim akan menentukan apa yang paling pas diterapkan,” jelas Hery.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler