Tebing Setinggi 100 Meter Longsor, Akses ke Tempur Jepara Tutup Total
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 11 Maret 2026 09:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Tanah longsor kembali terjadi di jalur masuk Damarwulan-Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Kali ini, tebing setinggi 100 meter itu longsor dan menutup total jalan.
Dalam video amatir yang diterima Murianews.com, jalur utama yang berada di wilayah Perhutani itu dipenuhi batu-batu besar.
Jalan selebar empat meter itu dipenuhi batu-batu raksasa yang longsor dari tebing setinggi 100 meter dan lebar kurang lebih 75 meter. Bukan hanya batu, jalan juga dipenuhi kayu dan tanah.
Petinggi Desa Tempur Maryono menyebut, longsor itu terjadi tadi malam sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (10/3/2026). Sebenarnya, longsor skala kecil terjadi sejak kemarin.
”Tapi ini yang paling besar. Batu-batu besar menutup badan jalan. Ini yang longsor tebing setinggi 100 meter. Akibatnya jalur Damarwulan-Tempur tutup total,” kata Maryono, Rabu (11/3/2026).
Hanya berjarak beberapa puluh meter dari titik pertama, tebing lain juga mengalami longsor. Materialnya juga menutup total badan jalan.
Maryono bilang, tebing yang longsor itu juga mengakibatkan satu tiang listrik ambruk dan kabel putus. Ia memastikan, material batu sebesar rumah ukuran kecil itu jelas tak mungkin dievakuasi dengan cara manual.
Untuk itu, dia telah melaporkan peristiwa ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, agar bisa menurunkan alat berat supaya batu-batu besar bisa dievakuasi dan jalan dibuka kembali.
”Ini kalau tidak menggunakan alat berat, jelas tidak bisa. Menggunakan tenaga manual jelas tidak bisa. Untuk sementara ini akses keluar masuk ke Desa Tempur hanya bisa melalui jalur Medani, Kabupaten Pati,” kata Maryono.
Editor: Dani Agus



