Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kondisi itu bahkan membuat gudang produksinya terus berkurang. Salah satu penyebabnya adalah tren orang lebih memilih seng atau asbes saat membangun rumah.

Rupanya, akhir-akhir ini banyak orang sudah merasakan dampak buruk atap seng maupun asbes. Banyak yang merasa rumahnya lebih panas.

Bak gayung bersambut, program gentengisasi, menurut Suratno sangat tepat menjadi solusi atas masalah tersebut. Dia pun mendukung penuh program tersebut.

Hanya saja, saat ini Suratno dan para produsen lainnya menghadapi sejumlah kendala. Antara lain minimnya modal dan berkurangnya tenaga kerja.

”Kalau modalnya cukup, ada pesanan berapapun kami siap. Untuk itu, kami harap ada relaksasi atau suntikan modal dari pemerintah,” harap Suratno.

Kesiapan produksi genting juga dinyatakan oleh Sudaryono, perajin lain di sentra genting Mayong. Selain masalah modal dan tenaga kerja, kendala yang dihadapi para perajin adalah ketersediaan bahan baku.

”Tanah kualitas bagus di sini sudah agak langka. Kemarin saya harus beli dari Pati dan Purwodadi (Grobogan),” ujar pengusaha yang kerap mengirim genting ke Jakarta itu.

Menurutnya, harus ada persiapan khusus dalam menyambut program gentengisasi itu. Terutama soal harga jual agar lebih stabil.

Banyak Perajin Gulung Tikar... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler