Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Sepekan jelang hari raya Iduladha, harga hewan kurban di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terus merangkak naik. Sayangnya, situasi itu tak dibarengi dengan permintaan yang signifikan.

Di Pasar Pon Bangsri misalnya, terpantau ramai hewan dan pengunjung pagi tadi, Kamis (21/5/2026). Ternak yang dijual didominasi sapi. Begitu juga pembeli, rata-rata ingin mencari sapi untuk kurban.

Ali Irham, salah satu warga Bangsri mengaku hendak membeli dua ekor sapi untuk kebutuhan kurban di musala kampungnya. Dia cukup kaget dengan harganya yang naik tajam.

”Dibanding hari normal, naiknya bisa lebih dari Rp 3 juta per ekor,” sebut Ali.

Sementara itu, Solikin, salah satu pedagang asal Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri merasa momen kurban tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dia membenarkan bahwa harga sapi naik tajam. Tapi permintaannya tak sebanding.

Tahun-tahun sebelumnya, Solikin bahkan berani membeli minimal 30 ekor sapi untuk stok. Tapi tahun ini, dia hanya menyediakan tiga ekor sapi di rumahnya.

”Saya tidak berani nyetok banyak-banyak. Takut tidak laku. Ini saya punya tiga saja, seminggu baru terjual satu. Sekarang, kalau ada yang pesan, baru saya carikan. Mudah-mudahan H-1 (Iduladha) nanti permintaannya meningkat,” ujar Solikin.

Naik Sejak Dua Pekan... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler