BREAKINGNEWS: Mayat Lansia Ditemukan di WC Umum Pantai Semat Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 28 Mei 2026 12:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Masyarakat dan pengunjung Pantai Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) digegerkan dengan penemuan mayat warga lanjut usia (lansia). Mayat Lansia yang ditemukan di toilet umum (wc umum) itu sudah membusuk dengan wajah sudah rusak, Kamis (28/5/2026).
Mayat Lansia tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 09.30 WIB. Warga lalu melaporkan kepada pihak kepolisian.
Pantauan Murianews.com, mayat Lansia tersebut ditemukan dalam kondisi telungkup di lantai dua toilet umum. Terdapat cairan yang sudah berbau menyengat.
Kapolsek Tahunan, AKP Ginyono menyebut, mayat Lansia itu bernama Achmad Nasroh (65). Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dia beralamat di Jalan Genuk Karanglo, RT 8 RW 2 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
"Jenazah ditemukan warga di lantai 2 WC Umum," kata dia.
Saat ini, mayat Lansia itu sudah dievakuasi ke RSUD RA Kartini Jepara. Ginyono menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter dari Puskesmas Tahunan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat Lansia yang ditemukan.
"Jenazah diperkirakan sudah meninggal dua hari lalu," imbuh dia.
Penemuan mayat lansia ini membuat masyarakat sekitar pantai Semat gempar. Mereka tak menyangka ada mayat Lansia yang ditemukan di toilet umum.
Editor: Budi Santoso



