Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Sebanyak 1.400 warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus mempunyai cara tersendiri untuk memperingati Rabu Wekasan. Mereka melakukan kirab Banyu Salamun pada Selasa (3/9/2024) sore.

Dalam kirab tersebut, salah satu rombongan membawa gentong sebagai simbol dari banyu salamun. Banyu salamun dikirab sebagai simbol perlindungan bagi masyarakat sekitar. Kirab dimulai dari Kantor Kecamatan Mejobo dan berakhir di Masjid Jami Wali Al-Makmur, dengan rute yang diperpanjang sesuai permintaan masyarakat.

Panitia acara Fatkhur Rohman Aziz mengungkapkan, kirab tersebut juga melibatkan instansi pendidikan, dari tingkat TK hingga SMA, serta partisipasi dari paskibraka dan drum band. Secara keseluruhan, ada 32 kontingen yang ikut serta dalam kirab ini.

”Berbagai macam penampilan ditampilkan dalam kirab ini, yang intinya bertujuan melibatkan warga dalam hajat Masjid Jami Wali Al-Makmur, Desa Jepang. Para peserta membawa gunungan sebagai simbol sumbangan untuk masjid yang sedang mengadakan hajat,” jelas Fatkhur kepada Murianews.com.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara ini sangat tinggi. Banyak peserta yang rela memberikan sumbangan materi atau barang tanpa mengharapkan imbalan dari masjid.

Setelah kirab selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan prosesi rebutan gunungan oleh masyarakat. Warga yang hadir sangat antusias dan berdesakan menunggu gunungan dibagikan. Ketika tiba waktunya, warga berebut mengambil sayur-sayuran, jajanan, kerupuk, dan berbagai hasil bumi lainnya dengan penuh semangat.

Kirab ini merupakan salah satu rangkaian acara Rabu Wekasan di Desa Jepang. Setelah acara kirab, pada sore hari setelah salat Magrib, banyu salamun akan dibagikan di Masjid Jami Wali Al-Makmur.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler