Dikabarkan Putus, Begini Kondisi Asli Jembatan Apung Setrokalangan
Muhamad Fatkhul Huda
Sabtu, 7 Desember 2024 08:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Beredar di beberapa media sosial terkait jembatan apung penghubung Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terputus.
Jembatan Apung Setrowaru itu diinformasikan patah dan tidak bisa dilewati sementara. Kabar patahnya jembatan apung itu muncul pada Jumat (6/12/2024) sore.
Setelah mendengar kabar itu, Murianews.com mencoba mencari informasi ke pihak pemerintahan desa setempat. Kepala Desa Setrokalangan, Didik Handono menyatakan, jembatan apung itu sejatinya tidak patah atau terputus dengan sendirinya.
Putusnya jembatan juka bukan karena terdesak sampah, seperti yang dikabarkan sebelumnya. Tetapi jembatan itu memang sengaja diputus agar sampah yang terbawa arus bisa lewat, karena banyak sekali sampah yang terbawa arus saat itu.
”Bukan terputus tapi memang sengaja diputus sementara karena banyak sampah enceng gondok yang terbawa aliran air,” terangnya kepada Murianews.com, Jumat (6/12/2024), malam WIB.
Pemutusan jembatan apung itu dilakukan agar sampah enceng gondok yang banyak itu bisa melintas. Sehingga tidak tersendat di jembatan apung itu.
Ia menyatakan, jembatan itu akan segera disambung kembali. Penyambungan jembatan akan melihat kondisi sampah yang ada di sungai.
”Informasinya besok jembatan yang tadi sempat diputus sementara itu akan dipasang lagi besok,” terangnya.
Dengan demikian, saat ini jembatan apung yang menghubungkan dua kabupaten itu tidak bisa dilewati oleh penggunanya untuk sementara waktu.
Editor: Budi Santoso



