Mas Kribo Berburu Jajanan di Pasar Kuliner Jadul Tasis Menara Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Jumat, 17 Januari 2025 21:56:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pasar Kuliner Jadul hadir dalam perayaan Tasis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ke-490 yang digelar pada Minggu-Sabtu (12-18/1/2025) di Taman Menara, Kudus.
Pasar ini menyajikan beragam kuliner tempo dulu yang menggugah kenangan di masa kecil.
Pada kesempatan kali ini, Mas Kribo dalam program Sakjose Murianews TV berburu kuliner jadul yang belum pernah dicicipinya. Berikut ini kuliner jadul yang dijajal oleh Mas Kribo.
Pertama, Mas Kribo menyasar pada pisang goreng byar Muria. Pisang goreng ini memiliki ukuran yang lebih panjang dan besar, pisang ini khas dari Pegunungan Muria.
Harganya Rp 15 ribu per porsinya dengan isi empat buah. Rasa gurih, manis, dan kriuk dari balutan tepung melebur di lidah.
”Ini bentuknya lebih panjang, rasanya enak dan harganya murah,” ungkap Mas Kribo seusai mencicipinya.
Beranjak dari situ, Mas Kribo menjajal buntil pedo dan nasi aking. Buntil pedo merupakan sebuah kuliner dari ikan pedo yang dimasak lalu dibungkus dengan kol belanda, kira-kira besarnya sebiji salak.
Rasanya asin sehingga cocok dijadikan lauk terlebih saat memakan nasi aking. Buntil pedo dijual dengan harga Rp 10 ribu setiap tiga bungkusnya.
Menu Nasi Aking...
- 1
- 2



