Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Tumpukan sampah di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diperkirakan mencapai 50 ton. Penyebab menumpuknya sampah ini dikarenakan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Tanjungrejo Kudus ditutup aksesnya oleh warga setempat.

Salah satu petugas kebersihan, Joko mengatakan, sampah menumpuk karena sudah beberapa hari tidak bisa diangkut ke TPA. Oleh karena itu, sampah pasar yang terus berdatangan itu menggunung tinggi.

”Sejak ada demo warga di TPA itu, sampah di sini tidak bisa diangkut ke sana. Jadinya menumpuk di sini,” terangnya kepada Murianews.com, Senin (20/1/2025).

Kendati demikian, ia bersama petugas lainnya terus melakukan penataan agar sampah tidak meluber hingga menutupi jalan akses pasar. Sementara ini, pihaknya memaksimalkan ruang kosong di sekitar tempat sampah Pasar Bitingan.

Menurutnya, setiap harinya sampah di Pasar Bitingan mencapai 21 ton. Sampah itu meliputi kelas organik dan anorganik.

”Kita terbantu dengan perusahaan yang turut mengambil sampah organik, jadi tumpukan sampahnya berkurang, tidak terlalu menggunung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Joko telah mempertanyakan kepada petugas pengangkut sampah terkait pengangkutan sampah ke TPA. Namun, hingga hari ini, TPA belum bisa menerima sampah.

Belum Ada Solusi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler