Puluhan Aktivis HMI Gelar Aksi di Kantor DPRD Kudus, Ini Tuntutannya
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 20 Februari 2025 19:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kudus menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kudus, Kamis (20/2/2025).
Aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait dengan berbagai isu strategis yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Koordinator aksi Khabib Maulana menyampaikan, terdapat beberapa tuntutan utama yang diajukan dalam aksi tersebut.
”Hari ini kami menuntut terkait kebijakan efisiensi anggaran, meninjau kembali program makan siang gratis, serta mengawal isu-isu terkait kebijakan pemerintahan Kabupaten Kudus dalam menangani permasalahan kedaerahan,” ujarnya kepada Murianews.com.
Lebih lanjut, ia menegaskan, dampak dari keputusan tersebut sangat berpengaruh terhadap mahasiswa dan masyarakat luas.
Salah satunya adalah terkait efisiensi anggaran yang dinilai dapat berdampak pada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
”Kami khawatir anggaran yang tidak efisien akan berimbas pada pendidikan, terutama bagi mahasiswa. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin ke depannya UKT akan meningkat, sehingga menyulitkan mahasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi,” jelasnya.
Selain itu, aksi ini juga menyoroti fenomena di mana banyak masyarakat yang memiliki potensi besar namun tidak mendapatkan akomodasi dan fasilitas yang memadai dari pemerintah.
Merasa Tidak Mendapatkan Kesempatan...
- 1
- 2



