Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Menjelang bulan suci Ramadan hingga Lebaran, aktivitas di Pasar Kliwon, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah biasanya meningkat seiring dengan tingginya permintaan pakaian baru. Namun, tahun ini, para pedagang mengaku kondisi masih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sri Utami, pemilik Toko Oethamie, menyebutkan bahwa penjualan masih berjalan seperti biasa tanpa lonjakan signifikan. Namun para pedagang Pasar Kliwon masih optimis ada peningkatan.

”Mungkin ramainya nanti menjelang Tunjangan Hari Raya (THR) keluar, sekitar H-7 Lebaran. Saat itu, pembeli mulai berdatangan dalam jumlah lebih banyak,” ujarnya kepada Murianews.com, Rabu (12/3/2025).

Di tokonya, produk yang paling diminati adalah kemeja dan celana, baik untuk kebutuhan pribadi maupun dijual kembali. Dari segi harga, kemeja menjadi item terlaris dengan rentang harga Rp 85 ribu hingga Rp 350 ribu per potong.

Ia mengaku, dibandingkan dengan hari biasa, penjualan meningkat lebih dari 50 persen, meski belum bisa dibilang benar-benar ramai. Sementara itu, seorang pedagang Pasar Kliwon lain, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kondisi penjualan setiap tahun terus menurun.

”Dibilang sepi, ya tetap ada pembeli. Barang yang datang selalu habis, tapi jumlahnya tidak seperti dulu. Sekarang lebih sedikit. Dulu seminggu bisa ambil 20 karung, sekarang cuma 2 sampai 3 karung saja,” katanya.

Menurutnya, salah satu penyebab utama penurunan penjualan adalah maraknya penjualan online. Sehingga banyak yang tidak ke pasar karena sudah membeli secara online.

Sistem Online...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler