Syawalan Sendang Jodo, Tradisi Turun-Temurun Diyakini Membawa Berkah
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 7 April 2025 15:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Gebyar Syawalan Sendang Jodo kembali digelar oleh masyarakat Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (7/4/2025).
Acara ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan usai lebaran yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai wujud syukur sekaligus pelestarian warisan leluhur.
Kirab dimulai dari Masjid Al Hikmah di Dukuh Jambean, di mana gunungan ketupat dan lepet diarak oleh warga menuju lokasi Sendang Jodo.
Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan, doa, dan harapan masyarakat agar terus diberi berkah dan kemudahan dalam hidup.
Kepala Desa Purworejo, Noor Chamid, menyampaikan bahwa kirab ini merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang patut dijaga.
”Sendang Jodo bukan sekadar tempat, tapi simbol kepercayaan masyarakat. Mitosnya, tempat ini adalah lokasi mandi para bidadari, dan siapa pun yang datang dengan niat baik dipercaya akan dimudahkan jodohnya atau diberi awet muda,” ujarnya.
Selain kirab gunungan ketupat, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan teatrikal drama rakyat Ande-Ande Lumut yang menggambarkan kisah pencarian jodoh.
Teater ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda agar terus mengenal dan mencintai budaya lokal.
Gebyar UMKM...
- 1
- 2



