Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusNunung Noor Khamimah, warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil membuktikan bahwa kreativitas berbasis alam mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan.

Sejak 2021, ia menekuni dunia fashion ramah lingkungan dengan teknik ecoprint, sebuah metode pewarnaan kain menggunakan daun dan bahan alami.

Sebelum terjun ke dunia fashion, perempuan yang akrab disapa Imah itu merupakan seorang perawat. Namun, ajakan seorang teman untuk mencoba teknik ecoprint mengubah jalan hidupnya.

Bermula dari ketertarikan, ia kemudian mendalami teknik ini melalui berbagai workshop, baik daring maupun luring.

”Awalnya diajak teman ikut pelatihan tapi lama-lama menikmati dan terus bergelut di dunia ini hingga kini,” ujarnya, Sabtu (27/5/2025).

Dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, kini ia telah menciptakan lebih dari 500 produk ecoprint.

Produk-produk tersebut sangat beragam, mulai dari kerudung, baju, tas, celana, sepatu, kaos kaki, hingga aksesoris kecil seperti tempat korek api.

”Saya ingin menghadirkan produk yang memang dari alam,” ujarnya.

Telah Dibeli Orang Luar Negeri... 

Harga produknya bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan tingkat kerumitan. Pemasarannya kini menjangkau pasar nasional, bahkan sebagian produk telah dibeli orang luar negeri melalui rekanannya.

Tak hanya fokus pada produksi, Imah juga aktif mempromosikan karyanya melalui berbagai ajang fashion show. Ia pernah tampil di berbagai kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Kudus.

Keikutsertaannya dalam panggung fashion tersebut menjadi bukti bahwa karya ecoprint lokal mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

”Sudah beberapa kali ikut fashion show, saya ikutnya secara mandiri karena agar lebih leluasa” ungkapnya.

Dengan bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar, Imah menerapkan teknik ecoprint yang ramah lingkungan. Ia menggunakan metode ponding (pemukulan daun) dan steam (pengukusan) untuk menghasilkan motif alami yang unik dan tahan lama.

Perjalanan Nunung Noor Khamimah menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba hal baru, ditambah ketekunan dan kreativitas, mampu mengubah hobi menjadi ladang rezeki yang menjanjikan, bahkan mendunia.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler