Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Warisan kedermawanan M Sirin, pemilik usaha rokok Cap Manggis di Kudus, Jawa Tengah dapat dinikmati warga Kota Kretek hingga kini.

Putra kedua pengusaha rokok tempo dulu, Atmowidjojo itu mewakafkan banyak bidang tanahnya untuk pembangunan di Kabupaten Kudus.

Di antaranya yakni, Klinik Asysyifa Muhammadiyah Kudus dan Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. Itu diungkapkan salah satu pegiat sejarah dalam Komunitas Cerita Kudus Tuwa, Imam Khanafi.

”Sirin mewakafkan sebidang tanah miliknya untuk dibangun Klinik Asysyifa Kudus. Semangat ini diteruskan oleh keturunannya. Keluarga besar anaknya Sarkies-Hasboellah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus yang resmi dibuka pada 2023 lalu,” terangnya, Minggu (29/6/2025).

M Sirin, adik HM Ashadie diketahui lahir pada 1897. Sama seperti ayah dan kakaknya, ia juga mendirikan bisnis rokok sendiri pada 1922.

Ada dua merek rokok yang diproduksinya kala itu, yakni Cap Garbis dan Cap Maggis. Keduanya berhasil berkembang pesat dan mengalami kejayaan.

”Produknya berhasil mewarnai dunia industri kretek di Kudus hingga tahun 1967,” terangnya.

Museum Kretek...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler