Peka Muria Desak Ada Perda Lindungi Pegunungan Muria dari Kerusakan
Muhamad Fatkhul Huda
Sabtu, 12 Juli 2025 14:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Memperingati lahirnya Yayasan Penggiat Konservasi atau Peka Muria yang kedua tahun, para penggiat menggelar sarasehan dan diskusi yang digelar di Buper Menawan pada Sabtu (12/7/2025).
Satu hal yang disorot adalah mengenai sinergitas antara pendaki dengan upaya konservasi Muria. Termasuk harus adanya regulasi yang mengikat dan mengatur pendakian Muria.
Ketua Peka Muria Teguh Budi Wiyono mengatakan, penting sekali untuk para pendaki memahami upaya konservasi terutama di Pegunungan Muria. Baginya, para pendaki tidak hanya datang untuk menikmati alam Pegunungan Muria saja tapi harus ikut serta dalam menjaganya.
”Saat ini pendakian langsung, para pendaki yang tidak bertanggung jawab itu naik ke puncak ambil foto bagus, turun meninggalkan sampah dan kerusakan, perlu diberikan wawasan agar tidak ada yang seperti itu lagi,” ungkapnya, Sabtu (12/7/2025).
Menurutnya, harus ada komunitas pendakian yang mengetahui terkait konservasi. Para komunitas pendaki tidak hanya membuka jalur saja tapi juga menyalurkan wawasan terkait upaya merawat alam.
Pendaki juga wajib memahami Muria seperti apa, mulai dari luasannya dan isi di dalamnya. Jangan sampai ada aktivitas pendakian yang berujung pada kerusakan karena ketidaktahuan tersebut.
”Muria itu kecil kalau semakin hari semakin ramai, jangan sampai jalurnya rusak. Kebanyakan di sini jalur pendakian itu ada yang melintasi jalur macan tutul atau satwa dilindungi lainnya. Harus membatasi pendakian di bulan-bulan tertentu agar tidak terjadi kerusakan,” terangnya.
Regulasi mengikat...
- 1
- 2



