Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah segera menginspeksi sejumlah toko distribusi bahan pangan. Upaya itu dilakukan sebagai tindak lanjut beredarnya isu beras oplosan.

Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Disdag Kudus, Sonhaji mengatakan, pada hari ini juga akan merapatkan barisan dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti perkara beras oplosan.

”Nanti langsung rapat dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus beserta Polres Kudus, setelah rapat ke lapangan,” ungkapnya, Selasa (15/7/2025).

Rencananya sebanyak delapan titik distribusi akan dilakukan pemantauan, tersebar di beberapa wilayah di Kudus. Delapan titik tersebut merupakan toko-toko besar yang menjual bahan pangan.

”Delapan titik tersebar di Wergu Kulon, Kramat, dan Mlati Lor. Mereka menjual komoditas pokok dan penting,” ujarnya.

Pemantauan ini sebenarnya kegiatan rutin yang dilakukan oleh Disdag Kudus. Biasanya pihaknya melakukan pemantauan untuk mengetahui stok di pasaran dan harga ecerannya.

Namun kali ini, karena ada isu mengenai beras oplosan, tim gabungan akan memantaunya juga.

”Sepekan sekali rutin, memang ini tugas kami untuk mengawasi memantau stok, HET, HAP, sekaligus memantau peredaran beras oplosan dan gula pasir yang bermasalah seperti kabar yang tersiar,” terangnya.

Sejauh Ini... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler